Langsung ke konten utama

C.O.B.I.T

Control Objective for Information & Related Technology (COBIT) adalah sekumpulan dokumentasi best practice untuk IT Governance yang dapat membantu auditor, pengguna (user), dan manajemen, untuk menjembatani gap antara resiko bisnis, kebutuhan kontrol dan masalah-masalah teknis IT (Sasongko, 2009).
COBIT mendukung tata kelola TI dengan menyediakan kerangka kerja untuk mengatur keselarasan TI dengan bisnis. Selain itu, kerangka kerja juga memastikan bahwa TI memungkinkan bisnis, memaksimalkan keuntungan, resiko TI dikelola secara tepat, dan sumber daya TI digunakan secara bertanggung jawab (Tanuwijaya dan Sarno, 2010).
COBIT merupakan standar yang dinilai paling lengkap dan menyeluruh sebagai framework IT audit karena dikembangkan secara berkelanjutan oleh lembaga swadaya profesional auditor yang tersebar di hampir seluruh negara. Dimana di setiap negara dibangun chapter yang dapat mengelola para profesional tersebut.
(https://haendra.wordpress.com/2012/06/08/pengertian-cobit/)
(https://itgid.org/wp-content/uploads/2016/07/sejarah-cobit.jpg)
COBIT dirancang terdiri dari 34 control objective yang tercermin di dalam 4 domain (IT Governance Institute, 2007)
1. Plan and Organise (PO), Secara umum domain ini meliputi strategi dan taktik, serta identifikasi bagaimana TI dapat berkontribusi terhadap pencapaian sasaran bisnis. Domain ini dibagi ke dalam 10 fase dalam prosesnya, yaitu:
  1. PO1: Mendefinisikan rencana strategis TI
  2. PO2: Mendefinisikan arsitektur informasi
  3. PO3: Menentukan arahan teknologi
  4. PO4: Mendefinisikan proses TI, organisasi dan keterhubungannya
  5. PO5: Melelola investasi TI
  6. PO6: Mengkomunikasikan tujuan dan arahan manajemen
  7. PO7: Mengelola sumber daya TI
  8. PO8: Mengelola kualitas
  9. PO9: Menaksir dan mengelola resiko TI
  10. PO10: Mengelola proyek
2. Acquire and Implement (AI), Domain ini menggambarkan bagaimana perubahan dan pemeliharaan dari sistem yang ada selaras dengan sasaran bisnis. Domain AI terbagi menjadi tujuh proses TI yang dapat dilihat pada tabel berikut:
  1. AI1: Mengidentifikasi Solusi Otomatis
  2. AI2: Memperoleh dan Memelihara Software Aplikasi
  3. AI3: Memperoleh dan Memlihara Infrastruktur Teknologi
  4. AI4: Memungkinkan Operasional dan Penggunaan
  5. AI5: Memenuhi Sumber Daya TI
  6. AI6: Mengelola Perubahan
  7. AI7: Instalasi dan Akreditasi Solusi beserta Perubahannya
3. Deliver and Support (DS), Domain ini mencakup penyampaian hasil aktual dari layanan yang diminta, termasuk pengelolaan kelancaran dan keamanan, dukungan layanan terhadap pengguna serta pengelolaan data dan operasional fasilitas, yang meliputi:
  1. DS1: Mengidentifikasi dan Mengelola Tingkat Layanan
  2. DS2: Mengelola Layanan Pihak Ketiga
  3. DS3: Mengelola Kinerja dan Kapasitas
  4. DS4: Memastikan Layanan yang Berkelanjutan
  5. DS5: Memastikan Keamanan Sistem
  6. DS6:  Mengidentifikasi dan Mengalokasikan Biaya
  7. DS7: Mendidik dan Melatih Pengguna
  8. DS8: Mengelola service desk
  9. DS9: Mengelola Konfigurasi
  10. DS10: Mengelola Permasalahan
  11. DS11: Mengelola Data
  12. DS12: Mengelola Lingkungan Fisik
  13. DS13: Mengelola Operasi
4. Monitor and Evaluate (ME), Domain ini terkait dengan kinerja manajemen, kontrol internal, pemenuhan terhadap aturan serta menyediakan tata kelola. Fungsi doman ini sendiri adalah untuk memastikan seluruh proses TI dapat dikontrol secara periodik yang bermaksud untuk menjaga kualitas dan pemenuhan kebutuhan pasar. Berbeda dari domain yang lain, ME hanya terdiri dari 4 proses TI, yaitu:
  1. ME1: Mengawasi dan Mengevaluasi Kinerja TI
  2. ME2: Mengawasi dan Mengevaluasi Kontrol Internal
  3. ME3: Memastikan Pemenuhan terhadap Kebutuhan Eksternal
  4. ME4: Menyediakan Tata Kelola TI
Implementasi COBIT dipercaya dapat membantu perusahaan dalam hal meningkatkan pendekatan/program audit, mendukung audit kerja dengan arahan audit secara rinci, memberikan petunjuk untuk IT governance, sebagai penilaian benchmark untuk kendali IS/IT, meningkatkan control IS/IT, dan sebagai standarisasi pendekatan/program audit. 
(http://samuellasmana.wordpress.com/2015/02/05/pentingnya-it-governance-cobit-pada-perusahaan/)
COBIT berorientasi proses, dimana secara praktis COBIT dijadikan suatu standar panduan untuk membantu mengelola suatu organisasi mencapai tujuannya dengan memanfaatkan TI. COBIT memberikan panduan kerangka kerja yang bisa mengendalikan semua kegiatan organisasi secara detail dan jelas sehingga dapat membantu memudahkan pengambilan keputusan di level top dalam organisasi.

(https://itgid.org/framework-cobit/)

Komentar

Posting Komentar