Langsung ke konten utama

Review Skripsi 2


APLIKASI SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN DIAGNOSA PENYAKIT PARUPARU
DENGAN METODE FORWARD CHAINING

Review by : http://akbaradhin.blogspot.com/2016/10/review-jurnal-aplikasi-sistem-pendukung.html 

Metode Forward Chaining adalah metode pencarian atau teknik pelacakan ke depan yang dimulai dengan informasi yang ada dan penggabungan rule untuk menghasilkan suatu kesimpulan atau tujuan. Dengan metode  forward chaining yang mengimplementasikan pada untuk mendiagnosa penyakit paru-paru. Salah satu aspek penting dari perolehan fakta adalah dengan menanyakan pertanyaan yang benar. Pertanyaan benar yang diajukan menghasilkan efisiensi dalam menentukanjawaban yang benar. Salah satu syarat yang nyata untuk hal ini adalah sistem pakar hanya akan menanyakan pertanyaan yang berhubungan dengan hipotesis yang dicoba dibuktikan.

TINJAUAN PUSTAKA
  •             Penyakit paru-paru
Paru (paru-paru) adalah salah satu alat tubuh yang vital untuk kehidupan manusia. Tanpa paru, seseorang tidak akan mungkin hidup di muka bumi ini. Fungsi utama paru adalah sebagai alat pernapasan. fungsi paru-paru sendiri adalah sebagai tempat pertukaran oksigen dengan karbondioksida dalam darah. Akan tetapi jika kita tidak menjaga kesehatan paru-paru kita, kita dapat terserang penyakit, contohnya penyakit tuberkolosis. Cara penularan melalui ludah atau dahak penderita yang mengandung basil tuberkulosis paru. Pada waktu batuk butir-butir air ludah beterbangan diudara dan terhisap oleh orang yang sehat dan masuk kedalam parunya yang kemudian menyebabkan penyakit tuberkulosis paru (TB Paru).
  • Tuberkulosis (TBC)
Penyakit ini dapat menular melalu percilan ludah pada saat penderita bersin atau batuk. Penyakit TBC ini Penyababnya adalah bakteri Mycobacterium tuberculosis. Gejalanya Adalah batuk berdahak lebih dari 3 minggu, dan juga dapat disertai batuk berdarah. Selain itu penderiata Akan megalami demam pada sore dan pagi hari, dan pada saat malam akan berkeringat. Nafsu makanpun akan menurun.
  • Kanker Paru-paru
Kanker merupakan penyakit yang mematikan, bahkan kanker merupakan penyebab kematain terbesar dari pada penyakit lain. Penyebabnya adalah asap rokok yang banyak mengadung zat beracun, asapa rokok merupakan penyebab utama kanker paru-paru. Bukan hanya perokok aktif saja yang dapat terkena kanker paru-paru akan tetapi perokok pasif juga mempunyai resiko terserang kanker paru-paru, bahkan persentasenya lebih besar dibanding dengan perokok aktif, karena perokok pasif menghirup langsung asap yang dikelurkan perokok aktif. Selain itu kanker paru-paru dapat disebabkan oleh radiasi radio aktif, stres dan bahan kimia beracun. Sakit pada dada, batuk parah, sedak napas, berat badan menurunm mudah lelah. ini merupakan gelaja-gelajalnya. tetapi seperti pada jenis kanker lainnya, gejala umunya baru terlihat apabila kanker sudah tumbuh besar atau telah menyebar
  •      Bronkitis
Penyakit ini merupakan peyakit peradangan pada bronkus (saluran yang membawa udara menuju paru-paru). Penyebabnya bisa dikaranakan infeksi bakteri, kuman, atau virus. Penyebab lainnya adalah debu, asap rokok,  atau polutan udara.Gejala yang ditimbulkan dari penyakit ini adalah batuk disertai dengan demam dan dahak berwarna kuning jika penyebabnya adalah infeksi kuman. Sedangkan jika sudah kronis dapat terjadi batuk berdahak serta sesak napas selama berbulan-bulan bahkan bisa beberapa tahun.
  • Asma
Asma disebabkan oleh penyempitan sementara pada saluran pernapasan yang menebabkan penderita sulit untuk bernapas. Penyempitan ini terjadi pada pembuluh tenggorokan. Penyakit ini juga bisa dari faktor keturunan, perubahan suhu, debu, dan kelembaban, gerak badan yang berlebih atau ketegangan emosi. Walau serangan sesak napas dapat hilang sendiri, tetapi serangan berat bila tidak ditangani dapat menyebabkan kematian karena penderita tidak dapat bernapas.gejalanya Sulit bernapas disertai suara mengi.

  • Pneumonia
Pnuemonia adalah infrksi jaringan paru (parenkim) yang disebabkan oleh virus, bakteri, atau jamur. Umumnya disebabkan ole bakteri-bakteri Mycoplasma pneumonieae dan streptokokus (Streptococcus), gelajanya batuk berdahak, dahak berwana kuning dan kentalm sedak napas disertai dengan demam dan sakit pada dada.

PEMBAHASAN

Jurnal ini membahasa bagaimana kita mengetahui gelaja dan penyakit yang kita derita berserta solusinya. Dengan menggunakan metode forward chaining, kita dapat mengetahui penyakit apa yang kita derita lewat beberapa fase dan metode. Mulai dari fase intelegensi yaitu pengambilan keputusan berdasarkan lingkunganbaik secara intermiten ataupun terus menerus. Dalam fase intelegensi kita harus mengetahui masalahnya dengan cara mengidentifikasi masalah tersebut, klasifikasi masalah dan masalah tersebut terstruktur atau tidak terstruktur. Selanjutnya ada fase desain, meliputi model Normatif yaitumodel dimana

alternatif yang dipilih merupakan alternatif terbaikdari semua alternatif yang mungkin. Untuk menemukan alternatif terbaik, kita harus menguji semua alternatif dan membuktikan bahwa alternatif yang dipilih benar-benar alternatif terbaik, alternatif itulah yang biasanya diinginkan.kemudian ada model deskritif, Model deskriptif menggambarkan berbagai hal sebagaimana adanya, atau bagaimana hal-hal tersebut diyakini. Model ini umumnya didasarkan secara matematis.mengukur hasil akhir yaitu model apakah sudah mencapai tujuan atau belum. Scenario yaitu suatu pernyataan asumsi terhadap lingkungan. Lalu ada fase implementasi atau fase penerapan mendiagnosis, dimana di sini ada beberapa medota dan tree, untuk mengatahui penyakit yang kita derita apa dan bagaimana penyelesaiannya.

KESIMPULAN
Menurut saya aplikasi system pendukung keputusan untuk mendiagnosis penyakit paru-paru, sangat bermanfaat untuk kalangan umum, karena pada umumnya manusia selalu terpapar oleh polusi udara dan mereka tidak menyadarinya dengan system pendukung keputusan tersebut masyarakat dapat memahami dan peduli akan penyakit yang di derita sehingga masyarakat dapat lebih menjaga lingkungan dan sekitarnya.

Review by : https://wayantrijaya21.wordpress.com/category/review-jurnal/
Algoritma yang digunakan : Fuzzy Assocation Rule Mining
Program :  Visual Basic
Ringkasan :
Jurnal ini dibuat untuk meneliti apakah calon mahasiswa yang lulus ujian tes masuk universitas dengan nilai tinggi juga akan mendapatkan nilai IPK yang tinggi setelah berstatus mahasiswa dan membantu mendukung keputusan penerimaan mahasiswa dengan menggunakan algoritma Fuzzy Association Rule Mining yang seperti algoritma apriori.

Kesimpulan :
Dari 80 mahasiswa yang diberi kuisioner, 69 orang menyelesaikan kuisioner. Korelasi antara nilai ujian tes masuk (JAMB , Joint Admission Matriculation Board) dan nilai ujian setelah tes masuk adalah (Post Jamb interview) adalah 0.374. Yang artinya ada korelasi antara dua tes tersebut tetapi korelasi tidak terlalu kuat, dalam artian mahasiswa yang mendapatkan nilai sangat bagus di tes JAMB bisa jadi mendapatkan nilai yang kurang bagus pada ujian Post Jamb. Sehingga jika disimpulkan ada kemungkinan terjadi praktik korupsi saat ujian tes masuk .
Selain itu ditemukan fakta bahwa 99% mahasiswa dengan status nilai bahasa Inggris baik, nilai Matematika sangat baik, nilai Jamb baik, dan nilai Post Jamb rata-rata adalah kandidat yang mayoritas diterima masuk menjadi mahasiswa.
Fakta unik yang ditemukan 13% dari mahasiswa memiliki status nilai bahasa Inggris kurang, nilai matematika kurang, nilai Jamb sangat tinggi dan nilai Post Jamb buruk sekali menimbulkan dugaan terjadinya kecurangan saat ujian tes masuk Jamb. Jika mahasiswa tersebut diterima saat Jamb, kemungkinan besar mereka tidak dapat mengikuti dan melanjutkan perkuliahan dan akhirnya harus keluar dari kampus.
Setelah disandingkan antara tes pra perkuliahan yaitu inggris, matematika, jamb, dan post jam dengan nilai pos perkuliahan yaitu GPA ditemukan fakta bahwa nilai yang baik saat pra perkuliahan tidak cukup kuat membuktikan bahwa GPA / nilai IPK mahasiswa akan baik pula.
Dari hasil fuzzy mining juga ditemukan sebuah karakteristik mahasiswa yang sekiranya sangat mungkin mengulang perkuliahan atau sangat mungkin mendapatkan nilai IPK yang tinggi.
Dari hasil penemuan ini disarankan bahwa diperlukan perbaikan dalam tes penerimaan mahasiswa untuk menentukan kemampuan akademis mahasiswa. Selain itu dengan adanya algoritma ini dapat memudahkan pihak universitas untuk menilai karakteristik setiap mahasiswa dan mendukung keputusan apakah mahasiswa akan diterima atau tidak juga memudahkan pihak pembimbing akademik untuk memonitor mahasiswa dengan cara yang sesuai dengan kemampuan akademis mahasiswa tersebut


Sumber : 
https://wayantrijaya21.wordpress.com/category/review-jurnal/
http://akbaradhin.blogspot.com/2016/10/review-jurnal-aplikasi-sistem-pendukung.html

Komentar