Sistem Pendukung Keputusan atau Decisson Support System merupakan suatu sistem yang menyediakan fasilitas untuk melakukan suatu analisis sehingga setiap proses pengambilan keputusan yang dilakukan oleh para pelaku bisnis akan lebih berkualitas dengan melihat keadaan bisnis yang sedang berjalan dan data-data dari luar perusahaan serta data-data privat dari pengambil keputusan.
Sistem
pendukung pengambilan keputusan (DSS) adalah sistem berbasis komputer yang
interaktif, yang membantu pengambil keputusan dalam menggunakan data dan model
untuk menyelesaikan masalah yang tidak terstruktur.
Definisi lain mengenai Sistem pendukung keputusan (DSS)
adalah sistem informasi yang membantu untuk mengidentifikasi peluang di dalam pengambilan keputusan ataupun
menyediakan informasi untuk menolong mengambil keputusan. Sistem informasi berbasis komputer yang mengkombinasikan model dan data untuk
menyelesaikan problem terstruktur maupun tidak terstruktur dengan keterlibatan pengguna yang luas.
Sistem
pendukung ini membantu pengambilan keputusan manajemen dengan menggabungkan
data, model-model dan alat-alat analisis yang komplek, serta perangkat lunak
yang akrab dengan tampilan pengguna ke dalam satu sistem yang memiliki kekuatan
besar (powerful) yang dapat mendukung pengambilan keputusan yang semi
atau tidak terstruktur.
DSS
menyajikan kepada pengguna satu perangkat alat yang fleksibel dan memiliki
kemampuan tinggi untuk analisis data penting. Dengan kata lain, DSS
menggabungkan sumber daya intelektual seorang individu dengan kemampuan
komputer dalam rangka meningkatkan kualitas pengambilan keputusan. DSS
diartikan sebagai tambahan bagi para pengambil keputusan, untuk memperluas
kapabilitas, namun tidak untuk menggantikan pertimbangan manajemen dalam
pengambilan keputusannya.
Hal ini
sesuai dengan dengan beberapa definisi DSS berikut ini:
A (Raymond McLeod dan George Schell, 2004) yang
menjelaskan bahwa “DSS menyediakan informasi pemecahan masalah maupun kemampuan
komunikasi dalam memecahkan masalah semi-terstruktur. Informasi dihasilkan
dalam bentuk laporan periodik dan khusus, dan output dari model matematika dan
sistem pakar”.
B DSS menurut Moore and Chang, SPK dapat digambarkan sebagai
sistem yang berkemampuan mendukung analisis ad hoc data, dan pemodelan
keputusan, berorientasi keputusan, orientasi perencanaan masa depan, dan
digunakan pada saat-saat yang tidak biasa.
C Sistem Pendukung Keputusan (DSS) dibuat sebagai suatu
cara untuk memenuhi kebutuhan seorang manajer dalam membuat keputusan yang
spesifik dalam memecahkan permasalah yang spesifik pula.
D Sistem pendukung keputusan (Inggris: decision support
systems disingkat DSS) adalah bagian dari sistem informasi berbasis
komputer (termasuk sistem berbasis pengetahuan (manajemen pengetahuan)
yang dipakai untuk mendukung pengambilan keputusan dalam suatu organisasi atau
perusahaan.
E DSS dapat juga dikatakan sebagai sistem komputer yang mengolah
data menjadi informasi untuk mengambil keputusan dari masalah semi-terstruktur
yang spesifik.
Proses Pengambilan Keputusan
Pengambilan keputusan meliputi beberapa tahap dan melalui beberapa proses
(Lucas, 1992). Menurut Simon (1960), pengambilan keputusan meliputi empat tahap
yang saling berhubungan dan berurutan. Empat proses tersebut adalah:
(1) Intelligence
Tahap ini merupakan proses
penelusuran dan pendeteksian dari lingkup problematika serta proses pengenalan
masalah. Data masukan diperoleh, diproses, dan diuji dalam rangka
mengidentifikasikan masalah.
(2) Design
Tahap ini merupakan proses
menemukan dan mengembangkan alternatif. Tahap ini meliputi proses untuk
mengerti masalah, menurunkan solusi dan menguji kelayakan solusi.
(3) Choice
Pada tahap ini dilakukan
poses pemilihan di antara berbagai alternatif tindakan yang mungkin dijalankan.
Tahap ini meliputi pencarian, evaluasi, dan rekomendasi solusi yang sesuai
untuk model yang telah dibuat. Solusi dari model merupakan nilai spesifik untuk
variabel hasil pada alternatif yang dipilih.
(4) Implementation
Tahap implementasi adalah
tahap pelaksanaan dari keputusan yang telah diambil. Pada tahap ini perlu
disusun serangkaian tindakan yang terencana, sehingga hasil keputusan dapat
dipantau dan disesuaikan apabila diperlukan perbaikan. Dalam hal ini, model
Simon juga menggambarkan kontribusi Sistem Informasi Manajemen (SIM) dan Ilmu
Manajemen / Operations Research (IM / OR) terhadap
Berdasarkan pada keempat
tahap di atas, jelas bahwa Pengolahan Data Elektronik (PDE) dan SIM mempunyai
kontribusi dalam fase Intelligence, sedangkan IM/OR berperan penting dalam fase
Choice.
Tidak tampak pendukung
yang berarti pada tahap Design, walaupun pada kenyataannya fase ini merupakan
salah satu kontribusi dasar dari suatu Sistem Pendukung Keputusan. Pengambilan
keputusan adalah pemilihan beberapa tindakan alternatif yang ada untuk mencapai
satu atau beberapa tujuan yang telah ditetapkan:
(1) Dukungan untuk pengambil
keputusan, terutama pada situasi semiterstruktur dan tak terstruktur.
(2) Dukungan untuk semua
level manajerial, dari eksekutif puncak sampai manajer lini.
(3) Dukungan untuk individu
dan kelompok.
(4) Dukungan untuk semua
keputusan independen dan atau sekuensial.
(5) Dukungan di semua fase
proses pengambilan keputusan: inteligensi, desain, pilihan, dan implementasi.
(6) Dukungan pada berbagai
proses dan gaya pengambilan keputusan.
(7) Kemampuan sistem
beradaptasi dengan cepat dimana pengambil keputusan dapat menghadapi
masalah-masalah baru dan pada saat yang sama dapat menanganinya dengan cara
mengadaptasikan sistem terhadap kondisi-kondisi perubahan yang terjadi.
(8) Pengguna merasa seperti
di rumah. User-friendly, kapabilitas grafis yang kuat, dan sebuah bahasa
interaktif yang alami.
(9) Peningkatan
terhadap keefektifan pengambilan keputusan (akurasi, timelines, kualitas) dari
pada efisiensi (biaya).
(10) Pengambil keputusan
mengontrol penuh semua langkah proses pengambilan keputusan dalam memecahkan
masalah.
(11) Pengguna akhir dapat
mengembangkan dan memodifikasi sistem sederhana.
(12) Menggunakan model-model
dalam penganalisisan situasi pengambilan keputusan.
(13) Disediakannya akses
untuk berbagai sumber data, format, dan tipe, mulai dari sistem informasi
geografi (GIS) sampai sistem berorientasi objek.
(14) Dapat dilakukan sebagai
alat standalone yang digunakan oleh seorang pengambil keputusan pada satu lokasi
atau didistribusikan di satu organisasi
Komponen-Komponen Sistem
Pendukung Keputusan Menurut Turban (2005), Sistem Pendukung Keputusan terdiri
dari empat subsistem, yaitu:
(1) Manajemen Data, meliputi
basis data yang berisi data-data yang relevan dengan keadaan dan dikelola oleh
perangkat lunak yang disebut dengan Database Management System (DBMS).
(2) Manajemen Model berupa
sebuah paket perangkat lunak yang berisi modelmodel finansial, statistik,
management science, atau model kuantitatif, yang menyediakan kemampuan analisa
dan perangkat lunak manajemen yang sesuai.
(3) Subsistem Dialog
atau komunikasi, merupakan subsistem yang dipakai oleh user untuk berkomunikasi
dan memberi perintah (menyediakan user interface).
(4) Manajemen
Knowledge yang mendukung subsistem lain atau berlaku sebagai komponen yang
berdiri sendiri
A. Subsistem Manajemen Data Subsistem
manajemen data
terdiri dari elemen berikut
ini:
(1) DSS database
Adalah kumpulan data yang
saling terkait yang diorganisasi untuk memenuhi kebutuhan dan struktur sebuah
oraganisasi dan dapat digunakan oleh lebih dari satu orang untuk lebih dari
satu aplikasi.
(2) Sistem Manajemen basis data
Adalah pembuatan,
pengaksesan, dan pembaharuan (update) oleh DBMS yang mempunyai fungsi utama
sebagai tempat penyimpanan, mendapatkan kembali (retrieval) dan pengontrolan.
Manajemen Data Manajemen Model Manajemen Knowledege Antarmuka Pengguna Manajer
(Pengguna) Sistem Berbasis Komputer yang Lain Data internal & eksternal
(3) Direktori
Merupakan sebuah katalog
dari semua data di dalam basis data.
(4) Query Facility
Yang menyediakan fasilitas
akses data. Fungsi utamannya adalah untuk operasi seleksi dan manipulasi data
dengan menggunakan model-model yang sesuai dari model management
B. Subsistem Manajemen Model Subsistem
manajemen model
terdiri atas elemen-elemen
berikut ini:
(1) Basis Model.
Berisikan model-model
seperti manajemen keuangan, statistik, ilmu manajemen yang bersifat kuantitatif
yang memberikan kapabilitas analisis pada sebuah SPK. Model Strategis digunakan
untuk mendukung manajemen puncak untuk menjalankan tanggungjawab perencanaan
strategis. Ketika model ini digunakan dalam suatu SPK, maka yang menjadi tujuan
di dalamnya adalah untuk membantu pengambilan keputusan strategis yang sifatnya
jangka panjang. Model Taktis digunakan terutama oleh manajemen madya untuk
membantu mengalokasikan dan mengontrol sumber daya organisasi. Model
Operasional digunakan untuk mendukung aktifitas kerja harian pada oraganisasi.
Model Analitik digunakan untuk menganalisis data (untuk apllikasi sendiri),
sebagai komponen dari model yang lebih besar, dan digunakan untuk menentukan
variabel dan parameter model.
(2) Sistem Manajemen Basis Model
Merupakan sistem software
yang fungsi utamanya untuk membuat model dengan menggunakan bahasa pemrograman,
alat SPK dan atau subrutin, dan balok pembangun lainnya; membangkitkan rutin
baru dan laporan; pembaruan dan perubahan model; dan manipulasi model.
(3) Direktori Model
Peran direktori model sama
dengan direktori basis data. Direktori model adalah katalog dari semua model
dan perangkat lunak lainnya pada basis model. Ia berisi definisi model dan
fungsi utamanya adalah menjawab pertanyaan tentang ketersediaan dan kapabilitas
model.
(4) Eksekusi Model,
Integrasi, dan Prosesor Perintah Eksekusi model
Adalah proses
mengontrol jalannya model saat ini. Integrasi model mencakup gabungan operasi
beberapa model saat diperlukan atau menintegrasikan SPK dengan aplikasi lain.
Sedangkan prosesor model digunakan untuk menerima dan mengintepretasikan
instruksi-instruksi pemodelan.
C. Subsistem Dialog Komponen dialog SPK
Adalah perangkat lunak dan
perangkat keras yang menyediakan antarmuka untuk SPK. Istilah antarmuka
pengguna mencakup semua aspek komunikasi antara satu pengguna dan SPK.
Cakupannya tidak hanya perangkat lunak dan perangkat keras, tapi juga
faktor-faktor yang berkaitan dengan kemudahan pengguna, kemampuan untuk dapat
diakses, dan interaksi manusiamesin.
D. Subsistem Manajemen Knowledge
Banyak masalah tak
terstruktur dan bahkan semi terstruktur yang sangat kompleks sehingga solusinya
memerlukan keahlian. Oleh karena itu banyak SPK canggih yang dilengkapi dengan
komponen manajemen knowledge. Komponen ini menyediakan keahlian untuk
memecahkan beberapa aspek masalah dan memberikan pengetahuan yang dapat
meningkatkan operasi komponen SPK lainnya. Berikut adalah modul-modul Sistem
Pendukung Keputusan dengan menggunakan beberapa teknik penyelesaian yang anda
bisa pergunakan untuk memahami bagaimana sebuah Sistem Pendukung Keputusan
diaplikasikan.
BERBAGAI TIPE
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN (DSS):
Penting untuk
dicatat bahwa DSS tidak memiliki suatu model tertentu yang diterima atau
dipakai di seluruh dunia. Banyak teori DSS yang diimplementasikan, sehingga
terdapat banyak cara untuk mengklasifikasikan DSS.
1. DSS
model pasif adalah model DSS yang hanya mengumpulkan data dan mengorganisirnya
dengan efektif, biasanya tidak memberikan suatu keputusan yang khusus, dan
hanya menampilkan datanya. Suatu DSS aktif pada kenyataannya benar-benar
memproses data dan secara eksplisit menunjukkan beragam solusi berdasarkan pada
data tersebut.
2. DSS
model aktif sebaliknya memproses data dan secara eksplisit menunjukkan solusi
berdasarkan pada data yang diperoleh, walau harus diingat bahwa intervensi
manusia terhadap data tidak dapat dipungkiri lagi. Misalnya, data yang kotor
atau data sampah, pasti akan menghasilkan keluaran yang kotor juga (garbage in garbage out).
3. Suatu
DSS bersifat kooperatif jika data dikumpulkan, dianalisa dan lalu diberikan
kepada manusia yang menolong system untuk merevisi atau memperbaikinya.
4. Model
Driven DSS adalah tipe DSS dimana para pengambil keputusan menggunakan simulasi
statistik atau model-model keuangan untuk menghasilkan suatu solusi atau
strategi tanpa harus intensif mengumpulkan data.
5. Communication
Driven DSS adalah suatu tipe DSS yang banyak digabungkan dengan metode atua
aplikasi lain, untuk menghasilkan serangkaian keputusan, solusi atau strategi.
6. Data
Driven DSS menekankan pada pengumpulan data yang kemudian dimanipulasi agar
sesuai dengan kebutuhan pengambil keputusan, dapat berupa data internal atua
eksternal dan memiliki beragam format. Sangat penting bahwa data dikumpulkan
serta digolongkan secara sekuensial, contohnya data penjualan harian, anggaran
operasional dari satu periode ke periode lainnya, inventori pada tahun sebelumnya,
dsb.
7. Document
Driven DSS menggunakan beragam dokumen dalam bermacam bentuk seperti dokumen
teks, excel, dan rekaman basis data, untuk menghasilkan keputusan serta
strategi dari manipulasi data.




Komentar
Posting Komentar